SDK Sang Timur Yogyakarta

SDK Sang Timur Yogyakarta

Kasih - Peduli - Cerdas -Transformatif
Terakreditasi A
BERITA

Pahlawanku Teladanku

11/Nov/2022
Pahlawanku Teladanku“...hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar...”

Ya, pernyataan ini sering sekali kita dengarkan terutama saat mendekati hari pahlawan. Ungkapan tersebut diucapkan oleh Ir. Soekarno. Kemerdekaan yang saat ini kita rasakan tidak datang dan didapatkan begitu saja, namun membutuhkan pengorbanan dan derai air mata dari para pejuang negeri ini terutama dalam peristiwa 10 November 1945.


Saat bangsa Indonesia telah mengumandangkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, penjajah masih mengusik bangsa Indonesia hingga singkat cerita menewaskan pemimpin Inggris yaitu Jendral Mallaby sehingga pecahlah pertempuran tanggal 10 November 1945 di Surabaya. Tentara sekutu yang dilengkapi persenjataan lengkap dapat dilawan oleh arek-arek Suroboyo menggunakan bambu runcing. Arek-arek Suroboyo  berhasil merobek bendera Belanda warna biru menjadi bendera merah putih warna kebesaran Bangsa Indonesia di hotel Yamato. Semua ini berkat semangat, kegigihan dan rasa persatuan yang dimiliki oleh rakyat Indonesia. Walaupun banyak sekali rakyat Indonesia yang gugur dalam peristiwa ini.
 


Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tanggal 10 November merupakan salah satu bentuk penghargaan atas jasa para pahlawan dan pejuang yang telah gugur. Pada hari ini, 10 November 2022 SDK Sang Timur Yogyakarta mengadakan apel untuk memperingati hari Pahlawan ke 77 dengan pembina Ibu Ninin Triwahyuningsih, S.Pd.  Beliau berpesan  kita semua generasi muda masih harus berjuang untuk Indonesia. -Kiranya hari Pahlawan tidak hanya sekedar diingat dan diperingati tetapi sebagai generasi muda yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan Indonesia, kita dapat melakukan sesuatu yang nyata untuk melanjutkan jasa para pahlawan terhadap bangsa Indonesia.

Melalui tema hari pahlawan tahun 2022 ini “ Pahlawanku teladanku” kita diajak untuk melanjutkan jasa pahlawan dengan gaya khas kita sebagai seorang pelajar di sekolah dan seorang anak di rumah tanpa perlu angkat senjata seperti mereka. Pahlawan dapat merelakan nyawa karena adanya kepedulian terhadap bangsa. Kepedulian yang saat ini mulai merosot karena sifat egois dapat kita tingatkan lagi. Contoh sederhana ketika di sekolah kita melihat sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, mari kita ambil dan buang. Contoh lainnya yaitu saat bapak/ibu guru sedang menjelaskan pelajaran kita harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh atau dengan contoh yang lain selalu menyapa setiap kita bertemu warga sekolah (guru, teman dan karyawan sekolah), selalu mengucapkan terima kasih apabila ditolong oleh orang lain dan meminta maaf apabila melakukan kesalahan terhadap orang lain.

Teladan kepahlawanan juga dapat kita wujudkan di rumah antara lain : ketika kita melihat orangua kita sibuk mencuci piring, kita harus tanggap untuk membantu mereka bukan malah asyik menonton televisi atau bermain handphone. Contoh lainnya yaitu kita dapat mengendalikan diri untuk tidak bermain handphone sampai larut malam atau melebihi batas waktu, lebih banyak berinteraksi dengan orang disekitar daripada sibuk bermain gadget.

Semoga teladan kepahlawanan selalu dapat kita wujudkan dalam kehidupan kita sehingga kita generasi muda Indonesia dapat bersama-sama membangun semangat yang sedang digalakkan oleh pemerintah yaitu “Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat” dalam melawan pandemi Covid-19. Pahlawan akan selalu menjadi teladan bagi kita mengarungi masa-masa penuh tantangan dan teladan dalam menata masa depan untuk menjadi pemenang. Selamat Hari Pahlawan 2022, kiranya Tuhan Yesus selalu memberkati segala karya dan niat baik kita. Amin.




Pahlawanku Teladanku

Pagi itu....

Ku dengar suara tembakan bersahut-sahutan

Teriakan-teriakan bersatu semakin jelas dalam telinga

Merdekaaaa...... Merdeka ..... Merdeka .....

Seruan banyak orang

Namun masih teringat jelas ada pula tangisan

Karena gugur di medan perang

Saat itu .....

Tanggal sepuluh bulan November tahun empat lima

Tiba-tiba aku tersadar dalam lamunan

Ohh...... aku sedang membayangkan peristiwa itu

Peristiwa pertempuran di Surabaya

Tujuh puluh tujuh tahun yang lalu

Lalu ku tersenyum dan beranjak berdiri

Hai pahlawanku.......

Akan kulanjutkan perjuanganmu

Walaupun kini ku berjuang tanpa senjata

Akan aku tumpahkan seluruh kemampuan ku, bakatku untuk mempertahankan

Kemerdekaan Indonesia ku

Terimakasih pahlawanku

Engkau teladanku


Penulis: Stevanus Afandy, S.S.,S.Pd. (Guru SDK Sang Timur Yogyakarta)
 kembali