SDK Sang Timur Yogyakarta

SDK Sang Timur Yogyakarta

Kasih - Peduli - Cerdas -Transformatif
Terakreditasi A
BERITA

Raker Hari Kedua SDK Sang Timur Yogyakarta: Semangat, Apresiasi, dan Kurikulum Abad 21

23/Jun/2026
Raker Hari Kedua SDK Sang Timur Yogyakarta: Semangat, Apresiasi, dan Kurikulum Abad 21Hari kedua Rapat Kerja (Raker) SDK Sang Timur Yogyakarta berlangsung penuh makna. Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Bu Tina, menghadirkan suasana khidmat sekaligus meneguhkan semangat seluruh peserta untuk menjalani agenda hari itu.

Agenda pertama diisi oleh Suster Marselina Artasa Longga, PIJ yang memaparkan tugas tambahan guru dan karyawan. Penjelasan ini menjadi bekal penting agar seluruh tenaga pendidik dan staf semakin memahami peran masing-masing dalam mendukung visi sekolah.

Setelah istirahat, Suster Artasa kembali menyampaikan pemaparan kurikulum satuan pendidikan tahun ajaran 2026/2027. Materi ini membuka ruang diskusi yang hangat dengan tanggapan dari berbagai pihak.

Pak Jemingun, S.Pd, pengawas sekolah, menyampaikan rasa bangga atas komitmen SDK Sang Timur menjaga kebersihan hingga meraih Juara 3 Sekolah Bersih Tingkat Kota Yogyakarta.

Sebelum memberi tanggapan, Ibu Nina (Dra. Ign. Esti Sumarah, M.Hum) dari Universitas Sanata Dharma mengajak peserta bernyanyi “Orang Bijaksana dan Orang Bodoh”. Lagu sederhana ini mencairkan suasana sekaligus mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam pendidikan.

Dalam refleksinya, Ibu Nina menekankan bahwa kurikulum harus mendukung pencapaian 16 keterampilan abad 21 yang mencakup literasi dasar, kompetensi, dan karakter. Literasi dasar menjadi fondasi kemampuan membaca, menulis, berhitung, dan memahami informasi. Kompetensi meliputi keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Sedangkan karakter menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, empati, dan integritas.

Beliau juga membagi refleksi ke dalam lima hal utama: konteks (memahami situasi pendidikan), pengalaman (mengambil inspirasi dari praktik baik), refleksi (menilai kembali langkah yang ditempuh), aksi (melaksanakan program nyata), dan evaluasi (meninjau hasil agar kualitas tetap terjaga). Selain itu, Ibu Nina menambahkan bahwa setiap program sebaiknya memiliki target tujuan dengan ciri-ciri SMART — Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound — agar rencana lebih terarah, realistis, dan dapat dicapai sesuai waktu yang ditentukan.

Dukungan penuh juga datang dari Komite Sekolah, diwakili oleh Ibu Kris dan Ibu Dewi, yang menegaskan komitmen orang tua dalam mendukung program sekolah.

Raker hari kedua bukan sekadar forum kerja, tetapi wadah kolaborasi lintas peran: guru, karyawan, pengawas, akademisi, dan komite sekolah. Dengan semangat kebersamaan, nyanyian penuh makna, panduan lima pilar refleksi, penekanan keterampilan abad 21, serta target SMART dari Ibu Nina, SDK Sang Timur Yogyakarta meneguhkan langkahnya untuk terus berkembang, menjaga prestasi, dan menghadirkan pendidikan yang bermakna bagi siswa serta komunitas.

Ignasius Hartono
 kembali