SDK Sang Timur Yogyakarta

SDK Sang Timur Yogyakarta

Kasih - Peduli - Cerdas -Transformatif
Terakreditasi A
BERITA

Semarak Karnaval HUT ke-270 Kota Yogyakarta, SDK Sang Timur Yogyakarta Hadirkan Keberagaman Budaya dan Kreativitas Siswa

06/Oct/2026
Semarak Karnaval HUT ke-270 Kota Yogyakarta, SDK Sang Timur Yogyakarta Hadirkan Keberagaman Budaya dan Kreativitas SiswaYogyakarta — Dentuman musik dan tabuhan drum mengawali semarak Karnaval HUT ke-270 Kota Yogyakarta yang digelar oleh SDK Sang Timur Yogyakarta. Sejak pagi, suasana di lingkungan sekolah dan Kelurahan Pandeyan tampak meriah. Barisan drumband SDK Sang Timur Yogyakarta membuka kegiatan dengan penampilan penuh semangat, mengiringi langkah para siswa yang bersiap mengikuti karnaval.

Suara musik drumband menjadi penanda dimulainya perayaan. Dengan penuh antusias, anak-anak mengikuti barisan karnaval dengan mengenakan beragam pakaian yang menggambarkan kekayaan budaya, cita-cita, serta kreativitas mereka.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Susanto Dwi Antoro, S.E., Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, yang sekaligus melakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan. Acara turut dihadiri oleh bapak Lurah Pandeyan, bapak RW Pandeyan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

Setelah pembukaan, rombongan karnaval bergerak menyusuri wilayah Kelurahan Pandeyan. Rute dimulai dari SDK Sang Timur Yogyakarta ke arah selatan, kemudian menuju traffic light dan bergerak ke timur. Dari sana rombongan melanjutkan perjalanan menuju pertigaan XT Square ke arah utara, kemudian menuju Perempatan Babaran ke arah barat. Perjalanan dilanjutkan melalui Jalan Batikan ke arah selatan hingga kembali ke SDK Sang Timur Yogyakarta.

Drumband Mengawali Langkah, Anak-anak Menghidupkan Suasana
Di barisan terdepan, penampilan drumband menjadi daya tarik tersendiri. Irama musik yang dimainkan siswa mengiringi perjalanan karnaval sekaligus menghidupkan suasana di sepanjang rute.

Di belakang barisan drumband, tampak siswa-siswi SDK Sang Timur Yogyakarta tampil dengan beragam busana. Mereka mengenakan pakaian adat Nusantara, pakaian adat Gagrag Yogyakarta, pakaian profesi, serta pakaian yang mewakili kegiatan ekstrakurikuler.

Keragaman kostum tersebut membuat karnaval tidak hanya menjadi tontonan yang menarik, tetapi juga menjadi sebuah pembelajaran budaya bagi anak-anak.

Keceriaan semakin lengkap dengan kehadiran badut yang menghibur para siswa dan warga. Tawa dan senyum anak-anak mewarnai perjalanan karnaval dari awal hingga rombongan kembali ke sekolah.

Belajar Mencintai Yogyakarta dari Jalanan Kota
Bagi SDK Sang Timur Yogyakarta, karnaval bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan HUT Kota Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar secara langsung mengenai keberagaman, kebersamaan, budaya, dan kehidupan bermasyarakat.

Melalui pakaian adat Nusantara, anak-anak diperkenalkan pada kekayaan budaya Indonesia. Melalui pakaian Gagrag Yogyakarta, mereka diajak semakin mengenal budaya lokal. Sementara pakaian profesi dan ekstrakurikuler memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan cita-cita, minat, dan potensi mereka.

Pesan tersebut semakin kuat melalui sambutan Sr. Artasa PIJ, Kepala Sekolah SDK Sang Timur Yogyakarta.

Dalam sambutannya, beliau mengajak anak-anak untuk bangga menjadi bagian dari Yogyakarta yang kaya akan budaya dan nilai-nilai luhur. Bagi siswa yang berasal dari luar Yogyakarta, beliau mengajak mereka menjadikan Yogyakarta sebagai rumah bersama.

Anak-anak juga diajak memahami bahwa perbedaan asal, budaya, bahasa, dan kebiasaan bukanlah alasan untuk terpisah. Sebaliknya, perbedaan menjadi kesempatan untuk saling mengenal, belajar, berteman, dan tumbuh bersama.

Semangat “Otentik dan Konkret” menjadi salah satu pesan utama, yaitu mengajak anak-anak menjadi diri sendiri sekaligus membuktikan kebaikan melalui tindakan nyata.

Dari Sekolah untuk Masyarakat
Kehadiran rombongan karnaval SDK Sang Timur Yogyakarta di tengah masyarakat Kelurahan Pandeyan menjadi gambaran nyata hubungan antara sekolah dan lingkungan sekitar.

Anak-anak belajar bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar di dalam kelas. Jalanan, lingkungan masyarakat, budaya, dan interaksi dengan warga juga merupakan ruang belajar yang berharga.

Dengan dukungan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Kelurahan Pandeyan, RW, Bhabinkamtibmas, hingga Babinsa, kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Karnaval pun menjadi ruang perjumpaan antara anak-anak, guru, orang tua, masyarakat, dan berbagai unsur pemerintahan dalam semangat merayakan kota yang menjadi rumah bersama.

Merayakan Yogyakarta, Merawat Keberagaman
Dentuman drumband, warna-warni pakaian adat, pakaian profesi, kostum ekstrakurikuler, serta keceriaan badut menjadi bagian dari cerita indah perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta di SDK Sang Timur Yogyakarta.

Namun, di balik kemeriahan tersebut tersimpan pesan yang lebih dalam: Yogyakarta adalah rumah bagi keberagaman.

Anak-anak berjalan bersama dalam satu barisan meskipun mengenakan pakaian dan membawa identitas yang berbeda. Mereka belajar bahwa keberagaman bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama.

Melalui kegiatan ini, SDK Sang Timur Yogyakarta turut mengambil bagian dalam menjaga Yogyakarta sebagai kota yang ramah, berbudaya, penuh toleransi, dan terbuka bagi semua.

Dari sekolah, anak-anak belajar mengenal budaya.
Dari jalanan, mereka belajar hidup bersama.
Dan dari Yogyakarta, mereka belajar bahwa keberagaman adalah kekuatan.

Selamat HUT ke-270 Kota Yogyakarta.

Terus berbudaya, terus berkarya, dan terus menjadi rumah bagi keberagaman.

SDK Sang Timur Yogyakarta — Wasis Hangasihi.
(IG)
 kembali