SDK Sang Timur Yogyakarta

SDK Sang Timur Yogyakarta

Kasih - Peduli - Cerdas -Transformatif
Terakreditasi A
BERITA

Imunisasi Campak di masa Pandemi Corona

22/Sep/2020
Imunisasi Campak di masa Pandemi CoronaImunisasi penting dilakukan meskipun di masa pendemi. Hal ini karena hampir setiap tahun ada KLB (Kejadian Luar Biasa) atau “wabah” di Indonesia, yang menyerang bayi, balita, anak, kita hingga mengalami sakit berat, cacat, bahkan meninggal. Pelaksanaan imunisasi tidak meningkatkan risiko infeksi Covid 19 dan belum ada imunisasi atau vaksin untuk mencegah infeksi virus Covid 19.
Mengingat pentingnya imunisasi bagi anak khususnya imunisasi Campak maka pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah tetap dilakukan.Vaksin Campak diberikan kepada anak untuk mencegah anak tersebut terkena penyakit campak. Jika anak sudah menerima vaksin tersebut pada usia balita, anak harus menerima 2 lagi dosis booster. Dosis pertama diberikan saat usia 18 bulan dan dosis kedua diberikan pada usia 5-7 tahun.

SDK Sang Timur memiliki siswa dalam rentang usia 5-7 tahun, yaitu siswa kelas I. Maka SDK Sang Timur bekerjasama dengan Puskesma Umbulharjo Puskesma Umbulharjo merupakan puskesmas pembina sekolah sehat untuk SD K Sang Timur.

Pelaksanaan BIAS untuk imunisasi Campak di SD K Sang Timur dilakukan pada hari Senin, 21 September 2020. Pelaksanaan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, jaga jarak, dan menghindari kerumunan. 

Peserta didik diantar oleh hanya satu orang dan kehadiran siswa diatur dengan jadwal. Dalam satu ruangan maksimal diisi hanya 5 orang siswa untuk menghindari kerumunan. Peserta didik yang hadir langsung masuk ke ruang observasi. Setelah dilakukan pengambilan data untuk berat badan, tinggi badan, kesehatan gigi, riwayat Kesehatan dan diberikan obat cacing, siswa menerima imunisasi Campak.

Setelah imunisasi, siswa masuk ke dalam ruang pemulihan. Selama tiga puluh menit, kondisi siswa diamati Jika dalam waktu tersebut, siswa tidak mengalami berbagai keluhan, berarti siswa tidak mengalami kontraindikasi. Siswa diperbolehkan pulang dan beristirahat di rumah.

Jumlah siswa yang menjadi sasaran vaksin adalah 61 orang dan siswa yang tidak hadir 5 orang. Dari lima orang tersebut terdapat satu orang tidak bisa menerima imunisasi karena memiliki riwayat kejang. Dan empat orang yang lain karena berada di luar kota. Secara keseluruhan, kegiatan imunisasi berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti.
Oleh: Ibu Wulan
 kembali