SDK Sang Timur Yogyakarta

SDK Sang Timur Yogyakarta

Kasih - Peduli - Cerdas -Transformatif
Terakreditasi A
BERITA

Menapak Jejak Sang Bapak Pendidikan di Hari Jumat Penuh Makna

08/May/2026
Menapak Jejak Sang Bapak Pendidikan di Hari Jumat Penuh MaknaYogyakarta, 8 Mei 2026 — Suasana khidmat menyelimuti kunjungan keluarga besar SDK Sang Timur Yogyakarta ke Taman Wijaya Brata, makam dari tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara, pada Jumat pagi (8/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional yang masih berlangsung di lingkungan sekolah.

Kunjungan ini diikuti oleh perwakilan 12 siswa yang didampingi oleh para guru, yakni Pak Hendro selaku penanggung jawab kegiatan, bersama Pak Hartono, Pak Ambro, dan Miss Kiki. Kebersamaan mereka tampak hangat sekaligus penuh rasa hormat sepanjang kegiatan berlangsung.

Setibanya di kawasan makam, rombongan mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh penghayatan. Wajah-wajah penuh rasa ingin tahu dan hormat tampak saat mereka mendekat ke pusara tokoh yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia tersebut. Di tempat yang sarat sejarah itu, anak-anak diajak untuk tidak sekadar berkunjung, tetapi juga belajar memaknai perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat.

Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pak Hendro. Dalam keheningan, para siswa menundukkan kepala, mengenang jasa besar Ki Hajar Dewantara yang telah membuka jalan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Setelah itu, dilakukan prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih.

Para guru pendamping juga memberikan penjelasan singkat mengenai semboyan terkenal Ki Hajar Dewantara, “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.” Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tertanam dalam diri siswa sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga yang membekas di hati para siswa. Di tengah semangat peringatan Hari Pendidikan Nasional, momen di Taman Wijaya Brata menjadi simbol penghormatan sekaligus harapan: agar semangat belajar dan menghargai pendidikan terus tumbuh, sejalan dengan cita-cita luhur Ki Hajar Dewantara.
 kembali