SDK Sang Timur Yogyakarta

SDK Sang Timur Yogyakarta

Kasih - Peduli - Cerdas -Transformatif
Terakreditasi A
BERITA

Bakdo Kupat di Pandeyan: Tradisi Syukur dan Kebersamaan yang Terus Lestari

14/Apr/2025
Bakdo Kupat di Pandeyan: Tradisi Syukur dan Kebersamaan yang Terus LestariSabtu, 12 April 2025, warga Kelurahan Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta kembali menggelar Kirab Budaya Bakdo Kupat, sebuah tradisi tahunan yang telah berlangsung sejak 2008. Acara ini menjadi simbol kerukunan antarwarga serta ungkapan rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan.

Sejak siang, ratusan warga berkumpul di halaman Masjid Ibrahim, tempat berlangsungnya prosesi utama. Gunungan ketupat, buah-buahan, dan sayur-sayuran dikirab mengelilingi kampung sejauh tiga kilometer sebelum akhirnya diperebutkan oleh masyarakat. Tak hanya ketupat sungguhan, ada pula selongsong ketupat berisi uang, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta.



Acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh lintas agama, kesenian jathilan, dan prajurit Bregodo. Tahun ini, Sendratari Cethik Geni turut ditampilkan, menambah nilai budaya dalam perayaan. Tarian ini menggambarkan filosofi persaudaraan dan kerja sama, yang menjadi inti dari tradisi Bakdo Kupat.

Salah satu yang menarik perhatian adalah SDK Sang Timur Yogyakarta, yang ikut ambil bagian sebagai peserta drum band. Dengan semangat dan antusiasme tinggi, para siswa menampilkan berbagai aransemen musik yang memeriahkan suasana kirab. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa generasi muda turut berperan dalam melestarikan budaya lokal.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap pelestarian budaya ini. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan selama acara berlangsung, agar tradisi ini tetap menjadi kebanggaan warga.

Menurut Atmadi Florian, pengelola Kampung Wisata Pandeyan, Bakdo Kupat bukan sekadar perayaan, tetapi juga warisan leluhur yang mengajarkan pentingnya hidup rukun. “Esensi utamanya adalah rasa syukur dan silaturahmi, agar masyarakat tetap harmonis,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, Bakdo Kupat di Pandeyan terus menjadi ikon budaya Yogyakarta, menghubungkan generasi lama dan baru dalam satu perayaan penuh makna.
 kembali